Etika Profesi Akuntan

Nama               : Syuhada Makarim

NPM                : 22209295

Kelas               : 4 EB 13

Tugas Wajib    : Etika Sebagai Tinjauan

           

  1. 1.  PENGERTIAN ETIKA

Jika berbicara tentang etika, pasti yang ada dibenak kita selalu berkaitan dengan kehidupan sosial bermasyarakat, mulai dari pertemanan , hubungan dengan orang tua, saudara, sampai dengan hal yang lebih formal, seperti hubungan dengan rekan bisnis. Pada dasarnya etika mempunyai banyak arti, namun jika secara etimologi, etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom), norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.

Sedangkan menurut para ahli, etika adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.

Lalu, berbagai pengertian tentang etika pun banyak bermunculan, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini:

> Drs. O.P. SIMORANGKIR :

Bahwa etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

> Drs. Sidi Gajalba :

Menurut sistematika filsafat, etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

> Drs. H. Burhanudin Salam :

Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.


PRINSIP-PRINSIP ETIKA

Prinsip-prinsip etika merupakan landasar dasar dari etika. Prinsip-prinsip etika dibagi menjadi enam, yaitu :

 

  1. 1.   Prinsip Keindahan

Prinsip ini merupakan prinsip dasar dari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia berusaha memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya.

 

  1. 2.   Prinsip Persamaan

Prinsip ini merupakan prinsip yang berdasarkan atas hakikat manusia yang memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.

 

  1. 3.   Prinsip Kebaikan

Prinsip yang mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya.

 

  1. 4.   Prinsip Keadilan

Prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.

  1. 5.   Prinsip Kebebasan

Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain.

 

BASIS TEORI ETIKA

a.  Etika Teleologi

Berasal dari kata Yunani,  telos = tujuan. Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dua aliran etika teleologi :

1.    Egoisme Etis

Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.

Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.

2.    Utilitarianisme

Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.

Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

 

b. Deontologi

Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.

‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban.

 

c. Teori Hak

Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku.

Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

.

d. Teori Keutamaan (Virtue)

Memandang  sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.

Contoh keutamaan :

a.     Kebijaksanaan

b.    Keadilan

c.     Suka bekerja keras

d.    Hidup yang baik

 

4. EGOISM

Dalam filsafat, egoisme adalah teori bahwa diri sendiri adalah, atau seharusnya, motivasi dan tujuan tindakan sendiri. Egoisme memiliki dua varian, yaitu :

  1. Varian (atau positif) deskriptif

Egoisme deskriptif merupakan sebagai faktual deskripsi urusan manusia. Artinya, orang termotivasi oleh kepentingan mereka sendiri dan keinginan, dan mereka tidak dapat dijelaskan sebaliknya.

  1. Varian normative

Egoism ini mengusulkan bahwa orang harus sangat termotivasi, terlepas dari apa yang saat ini memotivasi perilaku mereka.

Altruisme adalah kebalikan dari egoisme. The “egoisme” Istilah berasal dari “ego,” istilah Latin untuk “I” dalam bahasa Inggris. Egoisme harus dibedakan dari egoisme , yang berarti overvaluation psikologis penting sendiri, atau kegiatan sendiri.

Orang bertindak untuk banyak alasan, tetapi untuk siapa, atau apa, lakukan atau harus mereka bertindak-sendiri, untuk Tuhan , atau untuk kebaikan planet? Dapatkah seseorang pernah bertindak hanya sesuai dengan kepentingan sendiri tanpa memperhatikan kepentingan orang lain. Sebaliknya, bisa seorang individu pernah benar-benar bertindak untuk orang lain dalam mengabaikan lengkap untuk kepentingan sendiri? Jawabannya akan tergantung pada account dari kehendak bebas . Beberapa filsuf berpendapat bahwa seseorang tidak memiliki pilihan dalam hal ini, mengklaim bahwa tindakan seseorang ditentukan oleh peristiwa sebelumnya yang membuat ilusi setiap keyakinan dalam pilihan. Namun demikian, jika unsur pilihan diizinkan terhadap dorongan kausal yang besar dari alam, atau Tuhan, ini berarti bahwa seseorang memiliki kontrol atas tindakan berikutnya, dan, itu, oleh karena itu, seseorang mungkin menanyakan apakah individu tidak, atau , harus memilih tindakan diri-atau-lain-oriented. Secara moral, seseorang dapat bertanya apakah individu harus mengejar kepentingan sendiri, atau, apakah ia harus menolak kepentingan diri sendiri dan mengejar kepentingan lain ‘sebagai gantinya: sejauh mana yang lainnya-bertindak tentang moral terpuji dibandingkan dengan diri tentang tindakan?

 

 

 

Sumber     :

http://duniabaca.com/pengertian-etika-dan-macam-macamnya.html
http://massofa.wordpress.com/2008/11/17/pengertian-etika-moral-dan-etiket/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/prinsip-prinsip-etika-2/

http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=50878

http://annaluchu.blogspot.com/2012/10/basis-teori-etika.html

http://fikaamalia.wordpress.com/2012/09/27/bab-1-pendahuluan-dan-etika-sebagai-tinjauan/

http://www.iep.utm.edu/egoism/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s